Green Hijab

Soleha-soleha, fashion masa depan adalah fashion yang mempedulikan sekitarnya. Peduli pada alam, manusia dan hewan. Keseimbangan alam bagian dari keindahan dan keselamatan Bumi beserta isinya. Soleha Green Hijab……fashionita, sehat, peduli bumi dan ramah.

Botol dan hijab.

Green hijab akan memperkenalkan konsep ‘waste to wear’. Apakah itu? Yaitu hijab yang dibuat dari daur ulang botol plastik PET.

PET merupakan singkatan dari Polyethylene terephthalate, yang dipakai sebagai bahan botol plastik sekali pakai. Seperti kita ketahui, sampah botol plastik sekali minum, jumlah melimpah lingkungan. Hal ini karena tingkat produksi pabrik tidak seimbang dengan tingkat pengolahan (recycle).

Menurut World atlas, Indonesia merupakan pengguna plastik terbanyak no-4 sedunia.Ke manakah limbah plastik-plastik tersebut? Posisi ke-4 sebagai pengguna  plastik ternyata menempatkan Indonesia berada di no-2 untuk penyumbang sampah plastik terbesar di dunia setelah China. Artinya, selain sampah plastik dari jenis botol, beragam plastik lain digunakan oleh penduduk Indonesia, semisal kresek. Sampah plastik yang dihasilkan yaitu 187, 2 juta ton (Jambeck, 2015).

Penelitian lembaga Sustainable Waste Indonesia (SWI) menyatakan bahwa, sejumlah 350.000 per tahun konsumsi nasional botol plastik. Sebanyak 216.047 atau sekitar 62% berhasil di daur ulang (recycle). Sisanya kisaran 38% botol plastik menjadi tugas bersama untuk diselesaikan.

Tindakan darurat saat ini adalah mengimbangi kecepatan buang limbah botol plastik yaitu dengan cara menambah kecepatan daur ulang (recycle). Green hijab sebagai salah satu solusi. Beberapa negara antara lain Malaysia, Turki sudah merealisasikan green hijab ini.

Mengingat penduduk Indonesia sebagian besar muslim, menjadikan Green hijab sebagai solusi fashion logis terhadap kondisi ini. Nah. Soleha-soleha,

Recycled plastic is a solution

Recycled plastic is green hijab