Pencemaran Sampah Plastik, Kebutuhan Polimer Ramah Lingkungan Kian Mendesak

darurat-sampah-plastik
ilustrasi darurat sampah. image: SindoNews

Kebutuhan plastik melewati batas. Plastik sudah menjadi bagian hidup manusia. Segi keunggulan plastik yaitu praktis dan ringan menjadi yang menjadi faktor utama semakin diminati. Mulai dari kebutuhan rumah tangga seperti toples, bahkan terdapat peralatan memasak dengan plastik tahan panas. Mulai mainan bayi sampai popok bayi adalah produk dari plastik dan kombisaninya. Jenis plastik yang mudah ditemui adalah tas belanja (tas kresek). Di manapun manusia berada pasti di sekitarnya terdapat produk berbahan plastik.

Sejarah ditemukan polimer

Industri plastik sendiri telah dimulai sejak lama yaitu 1950. Benda yang memadati dunia dewasa ini berawal pada penemuan oleh ahli kimia Jerman. “booming” plastik abad ini berawal ketika Hermann Staudinger menemukan polimer. Polimer di waktu itu terbatas pada senyawa kimia yang mengandung karet dan selulosa, yang terbuat dari rantai panjang molekul kecil identik.

Pada tahun 1920, penemuan Staudinger diremehkan oleh para kolega. Penemuan ini dianggap hanya penemuan akademik saja. Hermann tidak menyerah untuk mempublikasi penemuan tersebut di berbagai forum ilmiah dan forum dunia. Sang peneliti berusaha terus menyadarkan publik bahwa polimer ini di masa mendatang akan dapat diaplikasikan dengan berbagai komponen dan bersifat praktis. Atas kerja keras mengenalkan polimer ke khalayak dunia, akhirnya pada 1950 mendapatkan nobel di bidang kimia dengan bidang penelitian makromolekul.

Plastik adalah polimer paling tren di masa kini

Salah satu Kehebatan bahan berbasis polimer ini yaitu pernah diujicobakan pada sebagian rangka pesawat boeing 787 dreamliner. Karena komponennya yang ringan dan bisa dikombinasikan dengan bahan pesawat. Jaman sekarang polimer yang paling tren adalah plastik. Ketergantungan plastik yang di semua lini kehidupan menyebabkan peningkatan tajam akan permintaan plastik.

Jurnal “Science Advances” menyebutkan, bahwa kebutuhan terhadap plastik meningkat pesat dalan kurun tahun 1950 hingga 2015. industri plastik telah menghasilkan lebih dari 8,3 milyar metrik ton plastik (Majalah Gatra 16/08/2017). Permintaan dari 1,5 juta ton melesat menjadi 311 juta ton. Tahun 2015 terdapat kenaikan 11 juta ton. Kenaikan tajam permintaan dan penggunaan plastik terjadi pada 1989-2002. Pabrik-pabrik di kurun tersebut memenuhi kebutuhan pasar hingga mencapai 100 juta ton.

Sebagai akibat permintaan tinggi pasar akan plastik, melimpah juga sampah buangan plastik. Sampah sampah ini yang menjadi masalah dewasa ini. Menjadi masalah di daratan dan lautan beserta ekosistemnya. Terdapat polimer ramah lingkungan, yaitu sintesis polaktida yang terbuat dari laktida dan asam laktat. Biasanya yang dipakai kantong teh atau implan medis. Akan tetapi pengguna jenis ini masih kisaran 10% dari jumlah produksi plastik dunia.

Permasalah mendesak sekarang yaitu pencemaran telah berada di titik kritis. Ikan ikan di laut bebas telah diketemukan di dalam daging mereka terdapat mikroplastik. Kejadian ini seakan menunjukkan bahwa ikan yang bebas berenang di lautan lepas tidak punya pilihan makanan sehat sehingga mikroplastik memasuki sistem tubuh. Laut saja sebagai pengisi bumi dengan komposisi 70% dibandingkan dengan daratan yang hanya menempati 30% bagian bisa tercemar begitu parah. Bagaimana dengan daratan Bumi?

Issue lingkungan juga bagian dari kehidupan beragama. Ajaran agama Islam mengatur hal ini, kebersihan sebagian dari Iman. Upaya-upaya untuk mencari titik tengah dalam memenuhi kebutuhan hidup serta kelangsuhan hidup jangka panjang manusia harus terus dipikirkan. Produk-produk yang dihasilkan harus berupa karya ramah lingkungan. Bermanfaat namun tidak bersifat mencemari lingkungan.

LUQIHIJAB.COM – Toko online jilbab & busana muslimah
ALAMAT Perum Mastrip Blok X No.4, Jember, Jawa Timur
WHATSAPP 0852 2031 0329 TELP./SMS 0813 5831 6163